Potensi Ternak Sapi di Kabupaten Tanah Bumbu

Diterbitkan pada 31 Juli 2014 | Ketegori : Potensi Ternak | Dilihat 6390 kali | 4 Komentar

berita-hewan-kurban-babel-sehat-dan-layak-potong-18317_a

Potensi Ternak Sapi di Kabupaten Tanah Bumbu – Peternakan sapi merupakan salah satu satu jenis dari kegiatan peternakan ruminansia selain peternakan kambing, domba, kerbau, dan kuda yang pada umumnya dikembangkan masyarakat Indonesia. Dibandingkan dengan peternakan ruminansia lainnya, peternakan sapi lebih menonjol dan dominan. Hal ini bisa dilihat dari produksi, populasi dan permintaan kebutuhan daging sapi yang relatif tinggi dan terus meningkat. Kebutuhan daging sapi setiap tahunnya selalu meningkat yang cenderung mengikuti pertambahan jumlah penduduk. Tingkat konsumsi daging sapi secara nasional diperkirakan 399.660 ton, atau setara dengan 1,70 – 2 juta ekor sapi potong (Koran Tempo, Senin, 13 Oktober 2008), sementara produksinya secara nasional hanya 288.430 ton. Terlebih puncak permintaan terhadap sapi potong pada saat menjelang hari raya Idul Adha setiap tahunnya.

 

Di Kalimantan Selatan saat ini, sentra populasi ternak sapi terbesar berada di kabupaten Tanah laut dengan jumlah populasi 79.191 ekor sapi pada tahun 2008, kemudian diikuti kabupaten Tanah Bumbu dengan jumlah 30.485 ekor sapi (lihat grafik 2). Lebih dari separuh populasi sapi di Kalimantan Selatan berada di dua kabupaten tersebut (lihat grafik 1). Tanah Laut memang dikenal sebagai daerah penghasil sapi potong di provinsi ini sejak lama. Sedangkan Tanah Bumbu meskipun hanya berstatus sebagai kabupaten yang baru mekar ternyata juga mampu mengembangkan peternakan sapi.

 

Tanah Laut dan Tanah Bumbu adalah dua kabupaten yang saling berbatasan. Keduanya juga berada pada pesisir tenggara pulau kalimantan yang sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan laut Jawa. Selain itu kedua daerah ini mempunyai wilayah berupa padang semak, alang – alang dan rumput yang relatif besar, yang merupakan potensi untuk lahan peternakan sapi. Sebagian wilayahnya yang lain juga dilintasi oleh barisan pegunungan meratus yang saling menyambung.

 

Dengan kondisi seperti ini, ada satu implikasi yang muncul bagi Kabupaten Tanah Bumbu dengan potensi yang dimiliki saat ini, seharusnya mampu mensejajarkan diri dengan kabupaten Tanah Laut dalam bidang peternakan sapi. Sedangkan saat ini populasi ternak sapi kabupaten Tanah Bumbu hanya berjumlah sekitar 38 persen saja dari Kabupaten Tanah Laut.

 

Sehingga hal ini akan menjadi sebuah tantangan bagi Kabupaten Tanah Bumbu, yang pada 8 April 2010 ini akan berumur 7 tahun, untuk lebih mengembangkan potensi peternakan sapi di masa akan datang. Ada beberapa alasan mengapa peternakan sapi perlu lebih dikembangkan, yaitu:

1. Kebutuhan daging sapi diproyeksikan akan terus meningkat

Saat ini kebutuhan sapi untuk kurban setiap menjelang hari raya idul ‘adha masyarakat Kalimantan Selatan terus meningkat, sebagiannya didatangkan dari provinsi Jawa Timur dan pulau Bali. Ini artinya permintaan terhadap sapi kurban di provinsi ini tidak mampu dipenuhi oleh peternak sapi lokal. Kepala Dinas Peternakan Kalsel, Maskamian Anjam, di Banjarmasin, mengungkapkan, telah menyiapkan tujuh ribu ekor sapi untuk kurban tahun 2008Jumlah tersebut, naik cukup signifikan dibanding kebutuhan kurban tahun 2007 lalu, yang hanya mencapai 5.500 ekor sapi.  Dari tujuh ribu ekor sapi korban tersebut, sekitar seribu ekor di antaranya didatangkan dari daerah Jawa, sedangkan untuk kambing dan kerbau, cukup dari peternak local (berita resmi dari kalselprov.go.id)

2. Sapi untuk kesejahteraan masyarakat desa

Usaha peternakan sapi diharapkan mampu meningkatkan kesejateraan masyarakat khususnya mereka yang tinggal di perdesaan dengan kondisi alam yang mendukung peternakan sapi. Apalagi wilayah Tanah Bumbu masih dominan wilayah hutan dan padang semak, rumput dan ilalang. Dengan pekerjaan merawat sapi yang mudah dipelajari bagi setiap orang, tentunya mereka yang petani tradisional sekalipun dapat mencoba usaha ini. Terlebih harga daging sapi relatif mahal dan cenderung meningkat.

3. Potensi lahan

Potensi lahan yang dimiliki oleh Tanah Bumbu sangat mendukung untuk peternakan sapi. Seperti yang dipaparkan sebelumnya, kondisi geografis kabupaten Tanah Bumbu hampir mirip dengan kabupaten Tanah Laut. Saat ini populasi ternak sapi terkonsentrasi di kecamatan Sungai Loban dengan total populasi 11.674 ekor. Padahal kecamatan lainpun juga potensial.

4. Pengembangan peluang sapi perah

Produksi susu dari sapi parah di Kalimantan Selatan sangatlah kecil. Usaha ini nampaknya belum dikembangkan secara optimal. Tanah Bumbu dengan segala potensi yang dimiliki bisa saja mencoba usaha sapi perah. Ke depannya bukan tidak mungkin Tanah Bumbu menjadi pioner penghasil susu sapi yang berkualitas.

Hasil peternakan sapi di Kabupaten Tanah Laut saat ini tidak terlepas dari peran Dinas Peternakan setempat dengan dukungan Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan melalui program – program yang telah diaplikasikan pada masa lalu. Demikian pula dengan Kabupaten Tanah Bumbu. Dukungan dari pemerintah daerah sangat diperlukan. Bimbingan bagaimana cara pengelolaan ternak sapi sangat diperlukan bagi calon peternak, terlebih bagi mereka yang pemula. Dengan itikad dan usaha keras yang akan dilakukan dan belajar dari beberapa pengalaman daerah lain, diharapkan potensi peternakan sapi di Kabupaten ini mampu “berbicara” bukan hanya di level provinsi, namun juga di level nasional.

Sumber : http://tanahbumbukab.bps.go.id

 

4 Comments to “Potensi Ternak Sapi di Kabupaten Tanah Bumbu


  1. abdurrahman mengatakan:

    persis sekali dengan tulisan yang saya bikin dan telah dipublikasikan sejak tahun 2010 di http://tanahbumbukab.bps.go.id/?set=viewBk&flag_template2=1&flag=1&page=1&id=179

    • Humas Disnak Kalsel mengatakan:

      benar, posting ini memang di ambil dari web tersebut mengingat saat website ini dibangun masih minim dengan postingan

  2. Abdurrahman mengatakan:

    Tidak mengapa dikutip tulisan saya, namun lebih etis jika sumbernya disebutkan.
    Jika diperkenankan, saya bersedia memberikan tulisan-tulisan saya terkait dengan peternakan di Kalimantan Selatan. Insya ALLAH secara periodik saya akan membuat analisis data statistik peternakan.

Komentar Pengunjung