Kalsel Harus Kembangkan Peternakan

Diterbitkan pada 22 Januari 2015 | Ketegori : Potensi Ternak | Dilihat 2183 kali | Belum ada komentar

Kalsel Harus Kembangkan Peternakan

Kalsel Harus Kembangkan Peternakan - Anggota komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalimantan Selatan H Riswandi berpendapat, provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut harus mengembangkan dan meningkatkan usaha peternakan.


Mengembangkan usaha peternakan sebagai salah satu alternatif untuk menjaga stabilitas dan peningkatan ekonomi kerakyatan Kalsel ke depan, ujarnya, di Banjarmasin, Selasa.

Karena, lanjut mantan pegawai Departemen Keuangan RI itu, ke depan potensi sumber daya alam (SDA) berupa tambang batu bara pasti habis, sehingga pilihan lain untuk menjaga dinamika perekonomian daerah melalui usaha peternakan.

Sebab, tutur Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu, usaha peternakan tak akan pernah habis, bahkan sebaliknya terus berkembang seiring kebutuhan dan pertambahan penduduk.

“Berdasarkan keterangan dari Dinas Peternakan Kalsel, setidaknya ada tiga usaha peternakan yang berpotensi dan berpeluang sebagai penyangga ekonomi kerakyatan di daerah ini,” lanjutnya. 

Anggota DPRD Kalsel tiga periode dari PKS itu mengungkapkan, tiga usaha pertenakan yang berpotensi dan berpeluang bagi ekonomi kerakyatan di provinsi tersebut, yaitu ternak sapi, dan unggas.

Untuk ternak unggas ini bukan saja ayam potong atau ayam ras, tapi juga itik Alabio yang memiliki keunggulan dan sempat menusantara, bahkan ke mancanegara tahun 1980-an.

“Keunggulan Itik Alabio yang merupakan ikon `Bumi Agung` HSU itu, dari segi daging dan telur,” ungkap wakil rakyat berdarah Minang yang sejak lama tinggi di Kalsel tersebut.

Selain itu, pengembangan kembali usaha kerbau kalang atau kerbau rawa seperti di Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Sungai Buluh Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kalsel Sabri Madani mengatakan, provinsi yang kini berpenduduk mencapai empat juta jiwa tersebut sudah swasembada daging.

“Bukan cuma berswasembada, tapi surplus daging, sehingga bisa membantu daerah tetangga untuk pemenuhan kebutuhan daging,” tutur mantan Kepala Disnak Kabupaten Kotabaru, Kalsel itu.

  Produksi daging Kalsel mencapai 10.000 ton, sementara kebutuhan daerah sendiri hanya 7.000 ton, berarti mengelami surplus 3.000 ton, ungkap kepala dinas peternakan kalsel Sabri Madani.

Sumber : http://www.antarakalsel.com/

 

Belum ada komentar. Silakan berikan komentar Anda.

Komentar Pengunjung