Banjir Ganggu Produktivitas Ternak

Diterbitkan pada 11 Oktober 2016 | Ketegori : Ternak Itik | Dilihat 663 kali | Belum ada komentar

itik alabio

Banjir Ganggu Produktivitas Ternak – Memasuki musim penghujan serta pergantian musim bisa berdampak bagi kesehatan hewan ternak dan unggas sehingga berakibat menurunkan produksi dan produktivitas hewan ternak.

Kepala Seksi Pengembangan Usaha Ternak Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Syarifuddin Hasbi di Amuntai, Senin mengatakan, apabila tidak ditangani dengan baik perubahan musim, khususnya memasuki musim penghujan banyak hewan ternak yang sakit dan terganggu kesehatannya.

“Selalunya kita sosialisasikan kepada peternak untuk meningkatkan upaya kebersihan kandang, pemberian pakan kandungan konsentrat EM yang tinggi serta pemberian vitamin dan jamu bagi hewan ternak agar daya tahan tubuh lebih kebal terhadap penyakit,” ujar Syarifuddin.

Syarifuddin mengatakan, beberapa jenis virus penyakit dan bakteri cepat berkembang biak pada saat pergantian musim atau pancaroba, sehingga peternak dihimbau meningkatkan kewaspadaan pada saat pergantian cuaca.

Selain menghadapi perubahan cuaca, katanya, peternak juga menghadapi persoalan banjir yang kerapkali terjadi didaerahnya akibat Wilayah HSU yang berada diketinggian 0-7 meter dari permukaan air laut ini rawan mengalami musibah banjir.

“Wilayah HSU juga berada di titik pertemuan arus Sungai Tabalong dan Balangan sehingga rawan banjir dimana para peternak kita juga terkena dampaknya,” katanya.

Ia menuturkan, jenis ternak yang cukup rentan terserang penyakit pada musim pancaroba yakni ternak unggas seperti Itik, Ayam Kampung, Ayam Broiler sehingga sebagian peternak memberikan perlakuan yang khusus untuk menjaga kesehatan jenis hewan ternak ini.

“Peternak sudah mengantisipasi jika terjadi banjir yakni dengan meninggikan kandang ternak pada batas air pasang, disamping menambah lampu dan penghangatan dikandang unggas,” terangnya.

Dikatakan, akibat penurunan produktivitas ternak pasca banjir, para peternak baru bisa memulihkan kembali usaha peternakannya sekitar satu hingga dua bulan kemudian.

Sumber : antarakalsel.com

Belum ada komentar. Silakan berikan komentar Anda.

Komentar Pengunjung