Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Perbibitan di Lokasi Sentra Peternakan Rakyat (SPR)

Diterbitkan pada 07 November 2016 | Ketegori : Pakan Ternak, Potensi Ternak, Umum | Dilihat 800 kali | Belum ada komentar

Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi  Perbibitan dilokasi  Sentra Peternakan Rakyat (SPR) – Dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan daging dan susu dalam negeri maka diperlukan peningkatan produksi melalui penambahan jumlah bibit sapi dan bibit kerbau. Untuk itu ketersediaan benih dan bibit bersertifikat diperlukan untuk pengembangan usaha perbenihan dan perbibitan di wilayah sumber bibit.

Pada Tanggal 3 november 2016, Dinas Peternakan Provinsi Kalimatan Selatan mengadakan Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Perbibitan Dilokasi SPR, acara tersebut turut dihadiri beberapa instasi Pemerintah seperti BPTP Banjarbaru, BPTU HPT Pelaihari, Balai Veterenier Banjarbaru, Bakorluh,Fakultas Pertanian ULM, Dinas Peternakan Kabupaten/kota Sekalsel, dan BIBD Provinsi Kalsel.

dsc_0071

Dalam kegiatan tersebut membahas tentang penguatan pembibitan sapi potong lokal asli, seperti dikabupaten barito kuala, kegiatan tersebut dianggap peting dikarenakan barito kuala merupakan salah satu kabupaten yang potensial dalam mengembangkan bibit sapi lokal asli.

Beberapa kendala yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah Keterbatasan sumberdaya yang dimiliki peternakan sapi potong sehingga untuk menghasilkan bibit relatif sulit dilaksanakan. Hal ini disebabkan para peternak tidak memungkinkan melaksanakan program pemuliaan secara sendiri-sendiri khususnya kegiatan seleksi karena jumlah sapi yang dimiliki relatif sangat terbatas.

dsc_0098

Tahun 2016 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (DitJen PKH) melaksanakan pembangunan peternakan melalui pendekatan sistem “Sentra Peternakan Rakyat (SPR)” dengan fokus pembangunan peternakan dan kesehatan hewan untuk mengembangkan peternakan rakyat menuju usaha bisnis kolektif yang feasable, bankable, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peternak-peternak untuk lebih meningkatkan kemampuan usaha peternakan dengan menerapkan prinsip-prinsip pembibitan dan budidaya dengan teknologi peternakan yang berdaya guna sehingga pada akhirnya nanti dapat meningkatkan ketersediaan ternak dan hasil ternak yang berkualitas.

Belum ada komentar. Silakan berikan komentar Anda.

Komentar Pengunjung