Visi Misi Dinas Peternakan Provinsi Kalsel

A. Visi

Visi Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan adalah ” Terwujudnya Kalimantan Selatan sebagai Daerah Penyedia Ternak  Tahun 2015” .

Berbeda dengan visi pada tahun sebelumnya ada kata kunci ”sapi potong”, namun untuk tahun 2011 – 2015 visi tersebut berkembang menjadi kata kunci ” ternak ” yang maknanya lebih luas, hal ini karena :

  1. Mengingat jenis ternak yang dikembangkan bukan hanya ternak sapi potong, tetapi juga jenis ternak lainnya seperti, kerbau, kambing, ayam buras, ayam ras petelur, ayam ras pedaging dan itik.
  2. Pada pencapaian visi lima tahun sebelumnya Kalimantan Selatan sudah mengeluarkan sapi bibit dari tahun 2006 – 2010 tercatat sebanyak 3.350 ekor ke provinsi Kalimantan Timur dan Tengah, walaupun belum sampai memenuhi 100% capaian  indikator untuk menjadikan Kalimantan Selatan sebagai daerah sumber bibit  yang harus mengeluarkan sapi bibit sebanyak 5.000 ekor per tahun.
  3. Selain ternak sapi potong juga telah dipasarkan keluar Kalimantan Selatan ternak ayam ras pedaging, ayam kampung dan itik.
  4. Untuk menentukan indikator keberhasilan, ”Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) Nasional”, diperlukan pengembangan ternak lain selain sapi potong, terutama ternak penghasil daging (kerbau, kambing, ayam buras, ayam ras petelur, ayam ras pedaging dan itik.

 

B. Misi

Misi yang ditempuh Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan dalam mewujudkan visi tersebut di atas adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan produksi ternak untuk menyediakan kecukupan pangan asal hewan yang berkelanjutan :

a. Menjamin ketersediaan ternak bibit dan potong untuk memenuhi permintaan pasar lokal maupun regional yang     berkesinambungan.
b. Menjamin ketersediaan pangan asal hewan di tingkat rumah tangga.
c. Memberikan ketenangan dan keamanan pada masyarakat terhadap pangan yang dikonsumsi.

2. Memberdayakan sumberdaya manusia di bidang peternakan menjadi mandiri untuk menghadirkan produk unggulan yang berdayasaing di pasar domestik dan global :

a. Menjadikan peternak dapat menentukan arah kegiatan usaha dan memecahkan sendiri masalah yang dihadapinya
b. Mengembangkan usaha peternakan yang dilakukan berorientasi agribisnis
c. Pengelolaan usaha dilakukan secara efisien, efektif dan selalu mengutamakan pada peningkatan mutu.
d. Meningkatkan diversifikasi pengolahan hasil ternak.
e. Promosi dan pemasaran produk unggulan secara bersama dan terpadu
f. Pengembangan produk unggulan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha.

3. Menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan peluang usaha dibidang agribisnis dan agroindustri peternakan :

a. Memberikan peluang terciptanya usaha sentra baru peternakan.
b. Menjamin pemanfaatan tenaga kerja peternakan secara profesional.
c. Meningkatkan aktivitas pemanfaatan tenaga kerja peternakan.